Pemerintah Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, memastikan bahwa program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2025 telah terealisasi dengan baik. Program ini dikelola oleh BUMDes Barokah Sakti Sentosa Ngasinan dengan dukungan penuh dari pemerintah desa.
Keepala Desa Ngasinan, Hariyanto, menegaskan bahwa setelah terealisasi, program ini juga akan dievaluasi secara berjenjang untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan program berjalan, tetapi juga melakukan evaluasi. Pemerintah desa akan mengevaluasi pelaksanaan oleh BUMDes, dan BUMDes pada gilirannya mengevaluasi kelompok penerima manfaat. Dengan demikian, setiap tahapan bisa terpantau dan hasilnya lebih tepat sasaran,” jelas Kades.
Program ketahanan pangan yang terealisasi ini mencakup penguatan sektor pertanian serta dukungan usaha pangan lokal bagi masyarakat. Manfaatnya diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga petani di Desa Ngasinan.
Direktur BUMDes Barokah Sakti Sentosa, Rifa’i, menambahkan bahwa evaluasi merupakan langkah penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan dana desa.
“Kami siap melaksanakan arahan evaluasi dari Kepala Desa. BUMDes tidak hanya melaksanakan, tetapi juga mendampingi kelompok penerima manfaat agar mereka benar-benar bisa mengoptimalkan bantuan yang diterima,” ujarnya.
Dengan adanya evaluasi berjenjang, program ketahanan pangan di Desa Ngasinan diharapkan menjadi lebih terukur, transparan, dan berkelanjutan. Tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.