Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ngasinan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema khusus. Di SDN Ngasinan dan Sasaran B3 Desa Ngasinan, menerima paket makanan kering yang dibagikan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Skema ini diterapkan untuk menyesuaikan aktivitas sekolah selama Ramadan yang hanya berlangsung dua pekan efektif. Pengiriman pada hari Senin diperuntukkan untuk kebutuhan Senin hingga Rabu, sementara pengiriman Kamis untuk kebutuhan Kamis sampai Sabtu.
Muzammil, KSPPG Nahdlatut Thalibien Kendalagung, mengatakan perubahan sistem distribusi dilakukan agar pelaksanaan program tetap optimal di tengah ibadah puasa.
“Kalau untuk Ramadan, pengantarannya dua kali dalam seminggu. Kita mengantarnya dalam menu kering,” ujarnya
Ia menjelaskan, pada hari biasa MBG disalurkan menggunakan ompreng atau makanan siap santap. Namun selama Ramadan, sistem diubah menjadi menu kering guna menyesuaikan waktu produksi dan kondisi relawan.
“Kalau dipaksakan dengan ompreng, takutnya tidak cukup waktu di dapur karena ada salat Tarawih malamnya dan puasa di siangnya. Jadi relawan juga diistirahatkan,” katanya.
Menu kering dipilih karena dinilai lebih tahan lama. Berdasarkan evaluasi pelaksana, paket makanan dapat bertahan dua hingga tiga hari.
Muzammil menambahkan, variasi menu akan terus disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dari pelaku UMKM. Pihaknya juga melakukan seleksi untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga. “Kita prioritaskan bahan baku terbaik untuk menghindari keracunan ataupun adanya hama dalam makanan,” tegasnya.