Dalam rangka upaya penanganan dan pencegahan stunting di Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang Pemerintah Desa Ngasinan bekerja sama dengan BPD Desa Ngasinan menyelenggarakan kegiatan rembug stanting yang bertempat di Pendopo Desa Ngasinan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Kecamatan Kragan, Puskesmas Kragan I, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa Ngasinan beserta Staf, BPD beserta Anggota, Ketua TP.PKK Ngasinan, Kader KPM, Kader Posyandu, Bidan Desa, dan FKD.
Acara dibuka oleh Sekretaris BPD Ngasinan. Stunting adalah kondisi dimana gagal tumbuh kembang pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Secara fisik, kondisi stunting dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi badan per umur yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan yang seharusnya, akibat terburuknya adalah perkembangandan pertumbuhan otak anak sehingga kecerdasan anak tidak maksimal yang tentu saja akan menimbulkan masalah secara sosial yang bisa mempengaruhi produktivitas anak pada masa depan.
Dan di lanjutkan sambutan sambutan peserta rapat di koordinir Oleh Sekretaris Desa setelah selesai memberikan sambutan di lanjutkan dengan penyampaian hasil laporan konvergensi stunting di desa Ngasinan olek Kader Pembangunan Manusia dan di lanjutkan dengan sesi diskusi. di Desa Ngasinan terdapat Terdapat Ibuk Hamil Kek dan Resti, Balita Beresiko Stunting ( Gizi Kurang ) terdapat 12 Orang Anak. Nantinya di Tahun ini dan Tahun Depan akan di Prioritaskan dengan baik dengan bekerja sama dengan Puskesmas Kragan 1 serta dokter spesialis.
Dari hasil rembug stunting telah di sepakati usulan di tahun 2026 yaitu : 1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Posyandu, 2. Alat Tensi darah, pengadaan bak sampah, nantinya usulan ini akan di ralisasikan di tahun 2026.
Ada beberapa upaya yang dilakukan Pemrintah Desa Ngasinan dalam mengurangi angka stunting yakni Intervensi Gizi Spesifik dan Intervensi Gizi Sensitif . Intervensi Gizi Spesifik diantarannya PMT anak, TTD, Garam Beryodium, Asi Eksklusif, dan cuci tangan yang benar. Sedangkan Intervensi Gizi Sensitif ialah ketahanan pangan, akses air bersih dan sanitasi pendidikan kesehatan, salah satunya dengan menanam sayur dipekarangan rumah dengan itu Pemerintah Desa. Dengan adanya rembuk ini diharapkan adanya komitmen dan konsistensi untuk mencapai Desa Ngasinan bebas stunting. Semoga setelah ini sejalan dengan berjalannya waktu penderita stunting berkurang dan menuju Desa Ngasinan sehat.