Infrastruktur kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai seperti puskesmas, pustu, posyandu, dan rumah sakit sangat menentukan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Infrastruktur kesehatan yang baik tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga kelengkapan alat kesehatan, tenaga medis yang profesional, serta sistem rujukan yang efektif.
Di tingkat desa, keberadaan posyandu dan puskesmas pembantu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Peningkatan sarana air bersih, sanitasi, dan akses jalan menuju fasilitas kesehatan juga turut menunjang efektivitas pelayanan. Oleh karena itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kesehatan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas.
Desa Ngasinan memiliki 3 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), dan 1 Bidan yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Keempat fasilitas kesehatan ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan lansia.
Posyandu secara rutin melakukan kegiatan imunisasi, penimbangan balita, serta penyuluhan gizi dan kesehatan. Sementara Bidan menyediakan layanan persalinan, pemeriksaan kehamilan, dan konsultasi kesehatan reproduksi. Keberadaan fasilitas-fasilitas ini sangat membantu dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap rumah sakit atau puskesmas.
Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi lintas sektor, diharapkan pelayanan kesehatan di Desa Ngasinan dapat terus ditingkatkan untuk mencapai masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera